Jembatan Plat Berongga (Voided Slab Bridge)

Jembatan Plat Berongga (Voided Slab Bridge)

Jembatan Plat Berongga (Voided Slab Bridge) – Jembatan dengan mengurangi jumlah gelagar dan bagian bagian pabrik, jadinya bisa menghemat nilai pembangunan. Jarak setiap gelagar di bikin lebar dan pengaku lateral tidak digunakan. Voide slab atau bisa disebut dengan susunan beton prategang. Voide slab adalah struktur yang terdiri system atas dari jembatan yang memikul beban mati, beban hidup, beban kejut dan yang lain. Tujuannya yaitu agar menyalurkan beban beban tadi ke bangunan bawah jembatan hingga ke pondasi ( dasar tanah ) untuk pembuatan nya sering dibikin dengan cara mencetak sebelum di bawah atau di cetak di lokasi dengan step by step.

Jembatan plat berongga (voided slab bridge).

Jembatan Plat Berongga (Voided Slab Bridge)

Voide slab merupakan sebuah jembatan plat dengan  tumpuan biasa yang terstruktur oleh plat monoloit lalu bentang oleh tumpuan tidak di bantu dari balok melintang atau gelagar.  Jika membangun  dengan pengerjaan kantilever bentang secara bertahap. Jembatan beton bertulang untuk jenis susunan di atas semakin efektif jika dipakai untuk bentang pendek. (Bambang, 2007).

Voide slab adalah tipe beton prategang yang mana beton prategang di dasari dengan susunan beton untuk tegangan – tegangan dalam yang ada di beton bisa menahan tegangan yang ada dikarenakan beban luar hingga di tegangan yang diperkirakan. Untuk panjang  bentang jenis voide slab dari 5m hingga 16m. Menurut Dr. Ir. Bambang Supriyadi ,.CES,.DEA . Beton prategang merupakan susunan yang termasuk teknologi baru sekarang ini. Karena memakai kabel baja dengan kualitas tinggi dan beton bermutu tinggi menjadi  beton prategang.  Pemakaian dari beton prategang buat susunan jembatan terutama bentang yang luas sampai Panjang sistem ini berkembang menjadi sangat cepat.

Ada juga berbagai keunggulan jika kita memakai beton prategang yaitu tegangan dalam lebih banyak dan ditahan sampai bisa menyeimbangi tegangan yang dikarenakan beban dari luar hingga batas maksimal. Karenanya berat susuna balok di jembatan semakin ringan dan resiko adanya lendutan menjadi lebih rendah.

Sementara bahan baku pembuatan jembatan dibagi jadi beberapa material terdiri dari kayu, beton, beton prategang, baja dan komposit. Material pembangunan masing masing jembatan rangka baja di cocokan dengan manfaat dan tingkat beban yang ingin di tahan jembatan.